1. Tentukan jenis dan kenali format tes TOEFL yang diambil Adanya beberapa jenis TOEFL terkadang membuat banyak orang bingung. Apakah PBT, ITP, atau IBT? Perlu diketahui, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan dunia akademik dan non-akademik, jenis TOEFL PBT sudah jarang digunakan. Sehingga jenis TOEFL ITP dan IBT lebih umum digunakan. TOEFL ITP memiliki tiga sesi ujian; listening, structure dan written expression, dan reading. Sedangkan, TOEFL IBT memiliki sesi ujian hampir seperti ITP yaitu listening, structure dan written expression, reading, dan speaking.
  2. Sesuaikan target skor dengan kebutuhan Rentang skor TOEFL ITP adalah 310-677, sedangkan TOEFL IBT 0-120. Sobat MESFo tidak harus selalu mencapai nilai maksimal, tetapi cukup menyesuaikan dengan peruntukkan tes TOEFL tersebut nantinya. Misal untuk mendaftar kerja, perusahaan mensyaratkan skor minimal TOEFL 500. Sedangkan untuk mendaftar S2 di LN, target kampus mensyaratkan TOEFL IBT dengan skor minimal 90. Hal ini dapat membantu sobat MESFo untuk lebih fokus persiapan diri saat belajar TOEFL, lho!
  3. Ketahui kelemahan yang dimiliki Untuk mengetahui kelemahan yg dimiliki, sobat MESFo perlu mengikuti preparation test. Tujuannya agar jika skor persiapan belum mencapai target, sobat bisa memaksimalkan bagian mana yang harus ditingkatkan. Dengan begitu, sobat cukup mengikuti 1x tes TOEFL saja tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya lebih besar lagi jika harus mengulang.
  4. Pastikan kemampuan sudah improved saat ujian Karena biaya tes TOEFL baik ITP maupun IBT cukup mahal, tips ini membantu meminimalisir peluang sobat MESFo jika tidak mencapai target skor saat ujian pertama. Dengan memastikan diri kita sudah siap untuk mengambil tes, sobat MESFo bisa mendapatkan hasil yang optimal baik dari segi waktu dan biaya.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *