Pada umumnya, kerangka proposal penelitian mencakup 3 hal utama, yaitu:

  • Pendahuluan / Rumusan Masalah
  • Kajian Literatur
  • Metodologi Penelitian

tiga bagian utama proposal ini harus dijelaskan isi dan maksudnya sobat MESFo sebagai peneliti topik terkait. Walaupun beberapa kampus memiliki standar kerangka proposal penelitian yang berbeda, tentu tidak terlepas dari tiga esensi utama penelitian.

Pendahuluan/Rumusan Masalah

Sebagai alasan dasar mengapa peneliti melakukan penelitian, bagian ini terletak dalam BAB I. Kemukakan gap fenomena dan gap teori tema penelitian yang diangkat. Lalu kemukakan, gap penelitian yang semua terangkum dalam latar belakang.

Jangan lupa, sertakan apa yang menjadi rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian sobat MESFo.

Kajian Literatur

Pada bagian ini, terangkum dalam BAB II. Dari makna bahasa, kajian literatur, berarti sobat MESFo harus menyertakan beberapa teori yang dipakai. Berikut langkah mudah menyusun BAB II:

  • Sertakan secara eksplisit pendekatan teori yang dipakai dalam penelitian
  • Identifikasi penelitian-penelitian terdahulu. Tentunya, yang sejenis dengan topik penelitian sobat MESFo
  • Identifikasi apa yang kurang dari penelitian terdahulu dan jelaskan mengapa gap tersebut harus diisi oleh penelitian sobat MESFo

Metodologi Penelitian

Metodologi atau alat analisis data yang dipakai dalam penelitian sobat MESFo dimasukkan dalam BAB III. Bagian ini sangat penting dalam penelitian. Mengapa? “Alat penelitian” akan membantu sobat MESFo menemukan jawaban dari rumusan masalah penelitian. Bayangkan, sobat MESFo mempunyai sebuah kue tart.. Untuk memotong kue tersebut, tentu ada banyak alat yang bisa digunakan. Entah menggunakan pisau kue, pisau daging, atau sendok, bukan…?

Tentu, untuk memotong kue dengan efektif kita hanya membutuhkan pisau kue.

Sama halnya metodologi dalam penelitian. Sobat MESFo harus mengemukakan mengapa dari sekian banyak metode, alat penelitian yang dipilih adalah yang paling baik dan efektif untuk menjawab rumusan masalah. Apakah itu menggunakan regresi (penelitian kuantitatif) atau deskripsi analisis (penelitian kualitatif).

TIPS: penentuan “alat” penelitian tergantung pada rumusan masalah yang diangkat. Jadi, jangan dilupakan BAB I nya ya!

Bagaikan teko yang akan dituang. Jika tidak ada isinya, bagaimana kita bisa minum? Sama halnya ketika sobat MESFo akan menulis proposal penelitian. Pastikan, sebelum menulis harus banyak membaca.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *