Berita Terkini

SDM Bank Syariah yang Berkualitas Terbatas

Sinergi antara dunia pendidikan dengan industri keuangan syariah telah lama digaungkan agar jalinan diantara keduanya berjalan harmonis. Industri keuangan syariah yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir memunculkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari dunia pendidikan. Namun sampai saat ini masih saja terjadi kekurangan SDM, khususnya di bank syariah.

Senior Vice President Bank Syariah Mandiri, Achmad Fauzi, mengatakan SDM di Indonesia yang berkualitas kini terbatas. “Indonesia diproyeksikan akan menghadapikekurangan pasokan tenaga kerja terampil dan semi-terampil pada tahun 2030, sementara kelebihan pasokan tenaga kerja kurang terampil akan menarik skilled expatriatedan global citizen untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia,” kata Fauzi dalam Seminar Peran Institusi Pendidikan dalam Mencetak SDM Ekonomi Islam yang Andal, Kreatif dan Amanah di acara WeShare di UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (5/3).

Pertumbuhan jumlah bank dan unit usaha syariah  yang pesat di Indonesia memang tidak dibarengi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memadai. Hal ini mengakibatkan persaingan dalam mendapatkan calon tenaga kerja semakin tinggi di pasar.Fauzi menuturkan kebutuhan akan jumlah SDM perbankan syariah cenderung meningkat bahkan akan mencapai 60.000 pada tahun 2015dimana 30% nya adalah level managemen/officer.

“Kendala tertinggi adalah sulitnya memperoleh SDM level Management/Officer karena jumlahnya yang sangat terbatas di pasar, sehingga bagi bank yang tidak memiliki kemampuan mengembangkan pegawainya cenderung untuk mengambil “jalan pintas” dengan merekrut pegawai dari bank lain,” kata Fauzi.

Ia menambahkan kebutuhan atas pegawai berkualitas untuk industri perbankan Islami mencapai rerata 7.402 per tahun. Namun dengan asumsi adanya 75 institusi perguruan tinggi yang menyelenggarakan program study keuangan syariah dan asumsi hanya 50 lulusan per institusi, maka hanya akan dapat memenuhi kebutuhan 3.750 pegawai. “Masih ada kekurangan berjumlah 3.652 orang,” tukas Fauzi.

Di sisi lain, Ketua Majelis Guru Perbankan Syariah, Yuli Rahayu, mengatakan setidaknya sudah ada 40-46 SMK yang memiliki jurusan perbankan syariah. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga pengajar di daerah. “Selain itu, para guru juga terbatas pada teori-teori, karena itu kami berharap ada sinergi dengan pelaku industry untuk bantuan praktek kepada siswa,” ujar Yuli.

Dalam kurikulum SMK perbankan syariah ada tiga dasar kompetensi kejuruan secara umum yang harus dimiliki siswa, yaitu menerapkan prinsip professional bekerja, melaksanakan komunikasi bisnis, dan menerapkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup. Sedangkan khusus untuk kompetensi kejuruan perbankan syariah, ada 14 item yang menjadi standar kompetensi, diantaranya adalah praktek operasional perbankan syariah, memahami bisnis syariah, fikih muamalah, dan mengelola laporan keuangan bank.

Sumber: mysharing.co